Archive for the ‘Dian Tri Lestari’ Category

CONTRENG SAYA

Dian Tri Lestari

 

[die.jpg]PARA PEMAIN

Guru

Ortu

Nero

Timika

Siswa 1

Siswa 2

Pedagang

Usman

Pembeli

Caleg

Pengawal 1

Pengawal 2

 

Pemain yang tidak boleh memerankan dua/lebih tokoh adalah guru, pedagang, dan caleg.

 

BAGIAN I

 

LAMPU OFF. SETTING RUANG KELAS

MEJA DAN KURSI GURU DI TENGAH PANGGUNG. 4 PASANG MEJA DAN KURSI BERDERET RAPI MENGHADAP MEJA GURU DENGAN POSISI DIAGONAL

LAMPU ON. 2 ORANG SISWA SUDAH DUDUK DI DALAM KELAS. SEORANGNYA DUDUK DI KURSI, SEORANGNYA LAGI DUDUK DI MEJA.

NERO (Masuk dengan sikap angkuh dan anggun. Pandangannya meremehkan orang lain)

My name is Nero

 

TIMIKA MASUK DARI ARAH BELAKANG NERO. TAMPILANNYA TIDAK SEPARLENTE NERO

 

NERO (Memperhatikan fisik Timika dengan sinis dan jijik)

Dandananmu dari kemaren itu-itu terus ?

 

TIMIKA

Ada yang salah ?

 

NERO

Ada yang salah, Ada yang salah, Ada yang salah ? Ya jelas salah dong. Lihat bawaanku. Hp aja 3. Sekolah aja pakai mobil mewah. Sepatu merk Rusia. Mau, mau, mau ?

 

TIMIKA (Diam)

 

NERO (Meninggalkan Timika dan duduk di kursinya)

 

GURU (Masuk dan diikuti Timika. Timika duduk di kursi. Sedangkan guru menuju ke mejanya dengan wajah muram dan tergesa-gesa. Setelah meletakkan semua peralatan mengajar, ia duduk di kursi)

Maaf anak-anak, saya terlambat.

 

NERO

Gak apa-apa, Bu. Kita sendiri baru saja datang.

 

GURU

Baiklah, sekarang kita belajar menulis notulen diskusi

 

SEMUA SISWA GADUH, KECUALI TIMIKA

 

NERO

Aduuuh, Bu. Susah. Belajar lain saja.

 

GURU

Kok kamu yang mengatur saya ?

 

NERO

Bukannya gitu, Bu. Cuma, ngapain belajar notulen, kalo hasil diskusi hanya jadi wacana

 

GURU

Nero ! Memangnya kamu gak mau dapat nilai ? Memangnya kamu gak mau dapat ijazah ?

https://i2.wp.com/i416.photobucket.com/albums/pp246/marciolimas/Download.gif

Iklan

ANAK RANTAU

Karya  Dian Tri Lestari

 

https://sastradrama.files.wordpress.com/2010/10/3-diantrilestarifkip-bahasaindonesia.jpg?w=247DRAMATIC PERSONAE

 

1. AMAR

Seorang anak rantau (lelaki, usia 26 tahun), kritis, berpikir bahwa segala peradaban berkiblat pada kebudayaan Eropa, menganggap bahwa adat Melayu (umumnya Indonesia) adalah adat yang membuat orang Melayu tak bisa maju seperti orang-orang Eropa.

 

2. TOK LAT

Ayah Amar (lelaki, 54 tahun) yang pendiam, kurang ekspresif, berpendirian teguh terhadap bangsa Melayu.

3. NAH

Ibu Amar (perempuan, 50 tahun) yang cerewet, ramah, senang bicara, mudah senang dan mudah pula sedih, mencintai keluarga sehingga tak peduli ideologi mana yang dipakai anak atau suaminya asalkan keluarga utuh seperti semula.

4. KAMELIA

Adik Amar (perempuan, 16 tahun) yang pada akhirnya menentang cara pandang dan ilmu Amar meskipun dia orang yang paling merindukan datangnya Amar ke tanah Melayu, lincah, terbuka pada perbedaan dan kebebasan, namun tetap kukuh pada adat Melayu.

5. WULANDARI

Gadis Melayu (perempuan, 18 tahun), disukai oleh Amar, bertutur lemah lembut, selalu tersenyum, gerak lembut gemulai, dan ramah.

6. PAK NGAH

Saudara Tok Lat yang tetap menyayangi keluarga Tok Lat meski tidak senang atas perubahan sikap dan sifat Amar, lebih banyak diam seperti Tok Lat.

7. MAK LONG

Saudara Tok Lat yang langsung membenci Amar ketika Amar menunjukkan perubahan sikap dan sifat.

8. WAK MINAH

Dukun, ramah, senang menolong tanpa mengharapkan imbalan uang ataupun harga diri.

9. SALIM SELAMAT

Orang kampung bermulut besar dan humoris.

10. LANGAU

Orang kampung, teman Salim Selamat yang masih memiliki akal sehat.

11. UDIN

Orang kampung, teman Salim Selamat yang lugu.

12. JADAM

Orang kampung

13. ASNAH

Orang kampung

14. Siti

Orang kampung

 

BABAK 1

LAMPU ON. PANGGUNG MENGGAMBARKAN SUASANA DI RUANG TAMU. RUANGAN TERSEBUT TERDAPAT BEBERAPA PERABOT SEDERHANA, SEPERTI PERANGKAT KURSI TAMU, TIKAR PANDAN, BANTAL, PERANGKAT SIRIH, KALIGRAFI, DAN FOTO KELUARGA. SEORANG LELAKI TUA YANG DIKENAL DENGAN NAMA TOK LAT SEDANG MENGGULUNG TEMBAKAU DI KERTAS, MEMILIN-MILINNYA, MEMBAKAR UJUNG ROKOK DENGAN API, KEMUDIAN DIHISAP. IA DIAM TENANG SAMBIL MENDENGAR SUARA ORANG MENGAJI DI KAMAR DAN SAYUP-SAYUP KERIUHAN PARA IBU YANG MEMASAK DI DAPUR. IA DUDUK CUKUP LAMA DI POJOK RUANGAN MENGHADAP PINTU (KURSI TAMU).

SUARA KETUKAN PINTU, KEMUDIAN DISUSUL SAPA ‘ASSALAMU’ALAIKUM’.

TOK LAT

Wa’alaikum salam warahmatullahiwabarakatuh…

 

TETAP DIAM DI TEMPATNYA. SALAM KEMBALI TERDENGAR. TOK LAT TETAP MENJAWAB JUGA TETAP TAK BERGERAK MEMBUKA PINTU. KETIKA SALAM YANG KE-3, ISTRI TOK LAT KELUAR.

NAH

Ngape lah tak mau dibukakan pintu orang datang tu? Aku ni tengah besibok di dalam. Dari tadi pagi kau menyirih jak di situ. Tak ade kerje laen ke? Makin anak kau nak datang, makin melarat pemalas kau ni. Macam mane kalo anak kau datang? Bentaaaar…

(Membuka pintu, kemudian terdiam karena kaget melihat anaknya berdiri di ambang pintu).

Amaaaaaaar…!!! Kuuurs…semangat aku, Naaak. Kau dah balek…Tok Lat, anak kau Tok Lat…anak kau…Amaaar…anak Emak. Dah besak anak Emak.

 

MENDADAK SEMUA ORANG BERKELUARAN MENUJU RUANG TAMU. TOK LAT BERDIRI DAN TERPAKU DI TEMPATNYA. NAH MUNCUL DENGAN MEMBAWA ANAKNYA. DISAMBUT DENGAN MERIAH OLEH SANAK KELUARGA DAN TETANGGA. BERBAGAI PERTANYAAN DIAJUKAN KEPADA AMAR YANG HANYA BISA MENJAWAB ALA KADARNYA. KEMUDIAN MATANYA TERPAKU PADA SANG AYAH YANG BERDIRI MEMATUNG DIDEPANNYA. IA MELEPASKAN TAS DAN DATANG MENCIUM PUNGGUNG TANGAN AYAHNYA.

https://i2.wp.com/i416.photobucket.com/albums/pp246/marciolimas/Download.gif