Telah Pergi Ia Telah Kembali Ia

Karya Arifin C. Noer

 

 

http://ibnuanwar.files.wordpress.com/2008/05/arifin-c.jpgPara pelaku    :

Pemimpin Koor

Koor

Penjahit

Thulaihah

Musailamah

Ali

Usman

Umar

Abu Bakar

 

Pada suatu sore di padang pasir yang luas, penduduk Madinah tengah mendapat kecaman yang luar biasa. Mereka panic oleh kekhawatiran, kacau oleh katkutan. Semua kahirnya menjadi satu bahwa pemimpin mereka, orang yang paling dicintai dan dimuliakan akan meninggal (wafat) di tengah-tengah kehidupannya. Siapa orang tersebut? Ternyata adalah Nabi Muhammad Saw.

Lihatlah mereka menunduk bagai menghindari bayangan mereka sendiri. salah seorang dari mereka menengadah ke langit, dia seperti meminta jawaban dari Allah terhadap pertanyaan yang merunyak di dalam dada dan kepala setiap orang.

Pengikut yang lain pun demikian halnya, mereka sama-sama mengharap jawaban tentang apa-apa yang tidak diketahuinya.

Laki-laki tadi adalah seorang tokoh atau pemimpin koor dalam pertunjukan Dramatik Reading ini dan yang lainnya adalah para koor. Dengan demikian pimpinan dan anggota koor adalah penduduk Madinah (muslim) yang senantiasa bertanya tentang manusia yang sebenarnya, yakni manusia kapan saja dan di mana saja.

 

ADEGAN 1

 

Pimpinan Koor

Ya Allah, Ya Rabbi! Ya, Allah, Ya Rabbi!

 

Koor

Ya Allah, Ya Rabbi! Ya, Allah, Ya Rabbi!

 

Pimpinan Koor

Ya, kekuasaan yang mengalirkan kehidupan

Ya, kekuasaan yang menyebarkan kehidupan

 

Koor

Ya, kekuasaan yang mengalirkan kehidupan

Ya, kekuasaan yang menyebarkan kehidupan

 

Pimpinan Koor

Taburkan ampun, tangan ini banyak dosanya

 

Koor

Turunkan ampun, tubuh ini bersimbah dosa

 

Pimpinan Koor

Wahai, demikian lunglaikan tulang-tulang?

 

Koor

Ya, sahabat. Ya, sahabat.

Tangan dan kaki tak bergerak.

Cemas dan khawatir tak berdesak-desak.

Alangkah lebat, o, alangkah lebat

Ketakutan menyebat-nyebat.

Ya, sahabat, ya sahabat

 

Pimpinan Koor

Gerangan apakah yang menyebabkan

Gerangan apakah yang telah datang

 

Koor

Baginda sakit yang menyebabkan kebimbangan berputar-putar

Rasulullah terbaring lemah badan, membuat dada bergetar-getar

 

Pimpinan Koor

Sakit apakah. Sakit apakah?

Dapatkah tangan yang dina, dapatkah hati yang papa

Menolong menyembuhkan, ya Allah?

 

Koor

Sakit apakah yang ia rasa, sakit apakah yang ia derita

Kita tak tahu apa obatnya, hanya tahu bingung saja

 

Pimpinan Koor

Dan Madinah, makin hari makin merana

Sebab merasa bencana atau sebangsanya akan segera tiba

Yang getir dirasa akan segera tiba

 

Koor

Apakah tak ada obat, apakah tak ada obatnya?

Atau memang sudah saatnya dia akan pergi dan kita harus sedih?

 

Pimpinan Koor

Demikianlah rupanya. Batang-batang korma yang telah juga memberitakan

Onta-onta yang payah juga telah menceritakan

Dan apabila kami semakin mengerti, maka hati pun terpekik

 

Koor

O…ya Allah.

 

https://i2.wp.com/i416.photobucket.com/albums/pp246/marciolimas/Download.gif

Komentar
  1. Anonim mengatakan:

    boleh tau analisis tatamusiknyaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s