Koran

karya agung widodo

 

http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSm62rjt8hjcmrOTlJt5_rq3cSdKunUMujzjoZOoXeZCl4EmHI&t=1&usg=__oNSrQgncnG7zKZqJFZolNjQ7w5A=SINOPSIS

 

SANAH SEORANG ISTRI YANG SELINGKUH DENGAN ORANG TUA KAYA RAYA YANG BERNAMA MBAH RAKEN. SUAMINYA SUDAH TIDAK MENGURUSINYA LAGI. SUATU SAAT IA DAN MBAH RAKEN YANG SEDANG PIJIT-PIJITAN DI WARUNGNYA SANAH TERTANGKAP OLEH KAMERA SEORANG WARTAWAN YANG SEDANG MELIPUT BERITA TENTANG RENCANA PENGGUSURAN OLEH SATPOL PP. DALAM RANGKA ACARA PROMOSI KOTA. FOTONYA DIMUAT DI HEADLINE SEBUAH KORAN HARIAN KOTA. AKHIRNYA PROSES PERSELINGKUHAN SANAH DAN MBAH RAKEN TERBONGKAR OLEH SEBUAH FOTO DI KORAN.

PROLOG PEMENTASAN
NARATOR MEMBACAKAN SINOPSIS DAN PEMERAN DARI BELAKANG LAYAR. SEMENTARA DI PANGGUNG, SANAH NGALAMUN SENDIRIAN. SELANG BEBERAPA DETIK MBAH RAKEN DATANG. BERBINCANG-BINCANG SEBENTAR LALU MEREKA AKRAB DAN TERLIHAT MESRA SAMPAI AKHIRNYA MEREKA BERDUA SALING BERDEKATAN DAN SANAH TERLIHAT DIPIJIT OLEH MBAH RAKEN. KEMUDIAN DATANG SEORANG WARTAWAN YANG MEMOTRET WARUNG SANAH. WARTAWAN KELUAR. DI SLIDE MENAMPILKAN REKAMAN MESIN PERCETAKAN KORAN YANG SEDANG DALAM PROSES PENCETAKAN. SUARA PERCETAKAN GEMURUH. DI ARENA PENONTON BANYAK PEDAGANG KORAN YANG BERTERIAK MENDAGANGKAN KORAN. MEMBACAKAN HEADLINE. “RENCANA PENGGUSURAN PKL DALAM RANGKA PROMOSI KOTA.

KARAKTER

 

RAKEN

orang tua kaya raya jatuh cinta pada sanah. saingan joko pemuda parkir.

JOKO pemuda tukang parkir juga suka pada sanah. saingan mbah raken.
KUPAR anak laki-laki sanah. Kurang normal.
SANAH pedagang warungan. diributkan raken dan joko. emaknya kupar.
MASDI pedagang koran langganan warung sanah.
KARTA suami sanah yang jarang ngurusi.
PENI istri raken yang dikhianati.

LATAR PELATARAN GEDUNG INSTANSI.
WAKTU PAGI HARI SAAT KORAN TERBIT.

 

 

 

ADEGAN I

 

SANAH DATANG MENGGORENG BAKWAN. SUARA PENGGORENGAN TERDENGAR NYARING. TERUS DITINGGAL KELUAR. KUPAR DATANG MENGAMBIL PISANG DAN SEBOTOL MINUMAN BERSODA. MINUMAN SODA DIBUKA DAN AIRNYA MUNCRAT KENA MUKANYA. SETELAH ITU IA MAKAN PISANG DAN KULITNYA DIBUANG SEMBARANGAN. LANTAS IA NGUMPET DI TONG SAMPAH.
ADEGAN 2

 

SANAH–EMAKNYA KUPAR–DATANG MEMBAWA KOTAK KRUPUK. DIDASARKAN DI WARUNGNYA. MERASA KEHILANGAN DAGANGAN DAN MELIHAT KULIT PISANG TERSERAK, IA MENCARI KUPAR DI TEMPAT PERSEMBUNYIANNYA–KARENA SUDAH TERBIASA.

SANAH
pasti…., ini pasti perbuatan kupar. wis, dasar anak itu. pisang. apa lagi yang diambilnya?
(menghitung dagangan). minuman. ya, minuman sebotol. minta diamputasi itu anak. (mencari kupar) ngumpet di mana, dia? awas, ya! ketemu tak uyel-uyel kamu, nak! (kupar tidak ada. lantas ia mencarinya lagi) kok ndak ada? lantas di mana anak itu? (mengambil wajan–tempat penggorengan) kupar…. pasti di sini. (kupar ketangkap. sanah marah-marah, wajah kupar diolesi dengan angus) ni…, satu lagi untuk kamu. kapan kapok? (kupar lantas pergi. sanah kembali ke warungnya) kalau begini caranya, bisa bangkrut saya, tuhan. kok pas ketiban saya? apa pas tinggal yang model seperti itu?
ADEGAN 3

 

RAKEN DATANG. MERAYU SANAH SAMBIL MEMBANTU MENDASARKAN DAGANGAN SANAH.
RAKEN
ada apa pagi-pagi kok sudah marah-marah?

SANAH
lha sampean pagi-pagi kok sudah sampai sini?

RAKEN
orang ditanya belum dijawab kok malah sudah balik nanya.(AMBIL ROKOK) marah pada siapa? kupar?

SANAH
tuhan!

RAKEN
tuhan?

SANAH
ya, tuhan. kok ketiban saya diberi anak modelnya seperti itu. setiap hari nyolong dagangan emaknya. kalau begitu terus, bisa bangkrut saya.

RAKEN
namanya anak seperti itu ya diwajari. disyukuri. mending. lagipula bapaknya juga seperti itu. malah parah bapaknya. kamu ingat, waktu bapaknya digebuki orang sekampung pas dia nyolong ulek-ulek di rumahnya de wardi?

SANAH
lah, sudahlah, kang!

RAKEN
ngakunya kamu nyidam anak laki-laki. apa bener?

SANAH
ya itu jadinya. kupar!

RAKEN
berarti sudah jelas. keturunan. namanya buah, nah.

SANAH
maksudnya?

RAKEN
maksudnya caranya yang salah. kalau pingin anak laki-laki, kenapa suamimu pakai acara nyolong ulek-ulek segala?

SANAH
bukan nyolong.

RAKEN
lantas?

SANAH
tapi dia sayang sama saya, kang. karena itu dia berbuat itu.

RAKEN
kalau sayang, kenapa dia meninggalkan kamu sendirian ngulek sambel sendiri di sini?

SANAH
ndak tahu, kang. barangkali sayangnya pas dia nyolong ulek-ulek itu tok.

RAKEN
tapi saya ndak lho, nah. saya, kalau sudah sayang sama orang, ya sampai….

SANAH (menyahut)
sampai mati?

RAKEN
hust… jangan ngomong masalah mati.

SANAH
lha memangnya kenapa, kang? bukankah di tipi-tipi banyak yang ngomong seperti itu? saya akan menyayangimu sampai mati.

RAKEN
apa ada orang mati masih bisa sayang-sayangan?

SANAH
ya ndak ada, kang. mau sayang-sayangan sama siapa? (sanah ke belakang nyuci piring) sebenarnya kang raken pagi-pagi kemari mau apa? sarapan?

RAKEN
kangen!

SANAH
kangen? aduh, kang..kang.

RAKEN
iya, kangen mijeti kamu lagi. semalam saya tidak bisa tidur gara-gara kemarin mijeti kamu. serius! duduk sini saja, nah.

SANAH
saya sedang sibuk, kang!

RAKEN
nanti tak bantu. duduk di sini saja dulu. tak pijitin lagi.

SANAH
kang, saya sedang sibuk.

RAKEN
halah…, sebentar saja…!

SANAH
kang, kalau kang raken ngaku sayang saya, tolong kang raken pulang dulu. nanti kemari lagi. siangan sedikit.

RAKEN
wong saya itu kangennya sekarang, nah. sejak semalam tak empet pingin ketemu kamu, terus tak pijeti, kok malah diusir.

SANAH
saya tidak ngusir, kang.

RAKEN
terus apa kalau tidak ngusir?

SANAH
wis lah, pokoknya kang raken sekarang pulang saja dulu. atau kalau tidak mau pulang, ya jalan-jalan saja ke mana. nanti siang-siang sedikit kemari lagi. masalahnya…..

https://i2.wp.com/i416.photobucket.com/albums/pp246/marciolimas/Download.gif

Komentar
  1. Tyka Thika Pink mengatakan:

    boleh minta biografi, atau profil agung Widodonya?
    krna saya akan mementaskan naskah koran, namun krn tuntuan tulisan, harus ada biografi pengarangnya.
    mohon balasanya, trimakasih..

  2. yusuf mengatakan:

    saya mohon biografi atau CP bapak agung widodo bisa?
    karena saya ingin mementaskan naskah KORAN karya beliau.
    terima kasih.
    salam budaya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s