JOKO SEMPRUL

Karya: Puthut Buchori

 

https://i0.wp.com/sites.google.com/site/puthutbuchori/Cr-medium.jpgDI SEBUAH EMPERAN PAGAR SEKOLAH, DUDUK SEORANG PEMUDA BERPAKAIAN SERAGAM SEKOLAH (SMU), DIA TAMPAK MURUNG, SEDIH, GELISAH. DITEMANI SEBUAH WALKMAN YANG SEDANG MEMUTAR LAGU SEDIH, DIA MULAI BERKISAH TENTANG PERJALANAN HIDUPNYA.

JOKO SEMPRUL            :   Nama saya Joko Semprul, umur 16 tahun, kelas satu SMU. Saya adalah salah satu korban kebrengsekan lingkungan. Selepas dari SMP sayapun lepas dari papa saya, karena papa punya kekasih baru, mama tidak mau tinggal serumah dengan papa. Saya kemudian ikut mama. Kasih sayang papa sejak saat itu hanya berujud uang, uang dan uang. Sejak saat itu juga hampir saya dan papa tak pernah ketemu. Karena mama berjuang sebagai single parent, akhirnya sayapun juga malah tak terurus. Saya mulai kalut saat itu, kesepian. Hingga akhirnya ada dua orang wanita misterius yang mengaku teman saya….

DATANGLAH DUA ORANG WANITA MISTERIUS MENDEKATI JOKO SEMPRUL.

WANITA 1                         :   Imut.. imut… imut… adik manis jangan menagis, sedih ya ? Sedang berduka ya, kok bermuram durja ?

WANITA 2                         :   Sudahlah jangan kau ganggu dia wanita genit. Tugas kita ke sini adalah menjadi teman bagi dia…

JOKO SEMPRUL            :   Teman ?

WANITA 1 dan 2              :   Ya… teman.

JOKO SEMPRUL            :   Tetapi saya belum pernah berjumpa dengan kalian berdua, melihatpun belum…, kenapa tiba-tiba kalian mengaku teman ?

WANITA 1                         :   Kau jangan berpikir aneh-aneh, jangan berpikir ruwet, jangan berpikir yang muluk-muluk, nanti malah bikin pusing tujuh keliling.

WANITA 2                         :   Kami berdua mengaku teman karena memang kami suka menjadi teman siapa saja yang sedang sedih, susah, gelisah, merasa tersingkirkan, merasa terasingkan, teman bagi orang yang kesepian….

WANITA 1                         :   Pokoknya teman bagi orang yang sedang membutuhkan teman…

JOKO SEMPRUL            :   Lantas kalau kalian sudah menjadi teman apa yang kalian lakukan untuk mengobati sakit hatiku saat ini ?

WANITA 1                         :   O… banyak… banyak… banyak sekali yang dapat kami perbuat. Sebagai teman sejati, kami akan berusaha menghiburmu setiap waktu, setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik…

JOKO SEMPRUL            :   Setiap detik ? Kenapa bisa begitu ?

WANITA 1                         :   Bisa… bisa.. bisa sekali, dengan orang-orang seperti kami ini segala sesuatu bisa terjadi begitu saja…

JOKO SEMPRUL            :   Oh ya..?

WANITA 1                         :   Ya…

JOKO SEMPRUL            :   Ah masak ?

WANITA 1                         :   Sungguh !

JOKO SEMPRUL            :   Lantas bagaimana caranya, agar kita selalu dapat berteman ?

WANITA 2                         :   Mudah saja, setiap kali kau butuh teman, kau akan ku kasih obatnya. Obat mujarab menghilangkan rasa sepi dan rasa sedih. Sebagai teman baru, kuberi kau obat ini secara cuma-cuma, geratis.

WANITA 1                         :   Cobalah, kau pasti suka.

JOKO SEMPRUL            :   Terima kasih.

DUA ORANG WANITA MISTERIUS ITU PERGI MENINGGALKAN JOKO SEMPRUL. TINGGAL JOKO SEMPRUL BERADA DI TEMPAT ITU SENDIRIAN.

JOKO SEMPRUL            :   Mula-mula obat biasa yang diberikan kepadaku, tapi obat itu betul-betul membuatku koplo, nyamleng, teler…, semakin lama wanita itu memberiku rokok, super cimeng katanya, terus… terus… terus… dia memberiku. Terus menerus sambil dia menguras uang jajanku. Hingga pada suatu hari ia memberiku serbuk aneh yang bila disuntikkan ke tubuhku, reaksinya luar biasa dahsyat. Aku jadi gila, ketagihan…

JOKO SEMPRUL TIBA-TIBA JADI GELISAH, SEPERTI ORANG TERKENA EPILEPSI, IA BERLARIAN KESANA-KEMARI, TUBUHNYA GEMETAR,JANTUNGNYA BERDEBAR SANGAT KERAS, IA MEMBONGKAR BARANG-BARANGNYA SAMBIL MENCARI JARUM SUNTIK. SETELAH KETEMU, IA MENGIKAT LENGAN KIRINYA DENGAN IKAT PINGGANG, KEMUDIAN MENYUNTIKKAN SUATU CAIRAN KE TUBUHNYA,BADANNYA JADI TENANG KEMBALI. JOKO SEMPRUL MENEMUKAN PUNCAK RASA OBAT ITU BERADA DI SEBUAH KOLONG (ENTAH DI PARIT, DI BAWAH MEJA, KURSI, DI DALAM KARDUS, ATAU APA SAJA), SEHINGGA KETIKA KEDUA ORANG TUANYA DATANG MEREKA TIDAK MELIHATNYA. MESKIPUN BERADA DALAM SATU TEMPAT, PAPA DAN MAMA JOKO SEMPRUL TETAP BERBICARA MELALUI HANDPHONE.

MAMA                                :   Pap… anakmu nggak pernah pulang ke rumahku, pasti kau sembunyikan, pasti kau larang dia ke rumahku !

PAPA                                  :   Apa ? Dia tidak pernah pulang ? Gimana sih kamu menjaganya, kalau memang nggak becus mengurusnya biar aku saja yang merawatnya.

MAMA                                :   Kamu nggak usah berpura-pura ya ?

PAPA                                  :   Berpura-pura apa ? Aku sudah lima bulan tidak melihat batang hidungnya, hanya sebulan sekali kami berbicara, itupun lewat telepon dan itupun hanya berbicara masalah jatah uang jajannya. Kamu sih, dulu sanggup mengurusnya, e… sekarang hilang nggak tahu arah tujuannya…

MAMA                                :   Pap ! Kamu jangan asal menyalahkan begitu saja…

PAPA                                  :   Kalau tidak menyalahkan kamu mam… lantas mau menyalahkan siapa ?

MAMA                                :   Ya menyalahkan diri papa sendiri. Main serong sembarangan, terus meninggalkan anak, meninggalkan keluarga, dasar egois !

PAPA                                  :   Sudah…. sudah…. lebih baik sekarang kita cari dia, nanti kalau tidak ketemu, lapor polisi !

https://i2.wp.com/i416.photobucket.com/albums/pp246/marciolimas/Download.gif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s