Kupu-Kupu Tidur

Monolog

Cerpen Wawan Setiawan

naskah Aufa A. Ifada

 

https://sastradrama.files.wordpress.com/2010/10/kupu-kupu.jpg?w=198

Termenung

Kupu-kupu itu bersayap kuning, terbang kesana kemari di tanah samping.

 

Mulai bergerak

Coba lihat, ia sedang mencari sesuatu, dibalik daun bunga sepatu. O, ternyata benar, ia sedang menitipkan telurnya.

 

Berjalan

Nanti telur-telur itu jadi ulat. Ulat-ulat itu merayap dari daun ke daun. Memangsa daun-daun itu, nyaem nyaem nyaem, ia besar, gemuk, lalu masuk ke kepompong.

 

Berhenti

Nah sudah. Coba lihat, dari satu ujung lubang kepompong, lepaslah seekor kupu-kupu, warnanya kuning, seperti induknya.

 

Terdiam tanpa gerak

Sebuah prose salami, alam telah menyediakan segala sesuatunya, agar semuanya dapat berproses, tentu secara alami pula.

 

Berpaling

Kupu-kupu kuning tadi telah pergi, ke halaman rumah tetangga.

 

Bergerak

Disamping rumah ada sirsak, pisang, mangga, dan papaya. Ada juga bluntas dan gambas. Dibawah pohon dan perdu itu, sedikit menghampar rumput hijau, halus, enak dikaki.

 

Berjalan

Dihalaman depan, sama, ada rumput hijau. Di atasnya, ada papaya, alamanda, cemara pipih, dan melati. Tanaman itu mengisi hari-hariku, ya di tengah-tengah alam semesta yang besar dan tenang ini, aku ditimpa keraguan, kebimbangan.

 

Berdiri tegap memalingkan badan

Hesti, aku sudah mempertaruhkan hidupku, tapi jalan hidup ternyata lain. Aku tak sanggup lagi mampir di rumah kita, yang konon bertabur bintang berjuta.

Bergerak

Berbulan bundar, persis harapanku. Tapi bulan dan bintang dirumah kita adalah milikmu. Aku ditakdirkan tidak memilikinya.

 

Berjalan, terduduk

Itu ucapan Sapto. Lelaki itu kemudian tak kembali lagi. Sapto telah pergi, lenyap ditelan kebiruan gunung. Sapto mengembara dari gunung ke gunung yang konon wilayah warisan nenek moyangnya.

https://i2.wp.com/i416.photobucket.com/albums/pp246/marciolimas/Download.gif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s